Jodoh, Rezeki dan Maut merupakan kehendak Allah dan kita
sebagai manusia tidak bisa mengubah apa yang sudah ditakdirkan Allah. Hari ini,
keluarga besar H. Ibrahim berduka, telah berpulang ke rahmatullah, telah
kembali ke dalam pangkuan Allah, saudara kami tercinta, Mba Uti.
Jujur, karena keluarga saya merupakan keluarga besar, saya
pun terkadang tidak terlalu akrab (dalam arti kenal namun tidak terlalu intens)
dengan saudara-saudara dari keluarga besar, namun tidak untuk mbak yang satu
ini, mbak uti. Dari Mbak Uti, saya ngerasain hangatnya punya seorang kakak
seperti kakak kandung (karena saya anak pertama dan gak punya seorang kakak). Senyum mbak uti, tawa mbak uti, bahkan suara mbak uti
masih membekas di hati dan perasaan syifa, mbak. Waktu mama jatuh dan di bawa
ke rs, mbak orang yang paling peduli, yang nanyain udah makan atau belum, yang bawain
makanan untuk syifa dan naad, yang nungguin sampai malam. Takdir gak ada yang tahu,
bulan April lalu, mbak masih bantun syifa untuk jadi partisipan skripsi, kita juga
masih ngobrol nanyain kabar satu sama lain lewat bbm, nanyain kabar anak-anak
mbak uti, Oktober lalu pun, mbak masih sempet ngucapin selamat ulang tahun ke
syifa lewat bbm, namun sekarang mbak ninggalin kita semua dengan kenangan manis
yang akan terus tetap hidup dalam hati keluarga.
Sekarang syifa bingung mau nulis apa, yang keluar
hanya air mata mengenang kenangan manis bersama mbak uti. Allah sayang sama mbak
uti, Allah cinta mbak uti, Allah ingin memberi kebahagiaan lain buat mbak uti.
Selamat Jalan, Mbak Uti. Tuhan punya rencana indah lain untuk mu. Terima kasih untuk semua kebahagiaan yang
telah kau beri, kami semua sangat sayang padamu.
0 komentar on "Rencana Tuhan"
Posting Komentar