Kasih dan Cinta.... ya
mereka bertemu dalam suatu pertemuan yang tidak diprediksikan sebelumnya.
Pertemuan yang mana membuat mereka dekat dan akrab, pertemuan yang membuat
mereka berinteraksi satu sama lain, pertemuan yang akan membuat mereka erat.
Kasih, ya... awalnya Cinta mengenal Kasih hanya sekedarnya saja, cukup tahu dan
tidak mendalam, cukup hanya sekedar say
hello, cukup hanya sekedar kenal dan tidak terlalu dekat. Namun kini sebuah
takdir yang tidak diketahui oleh mereka memaksa mereka untuk saling
berinteraksi satu sama lain, bercengkrama, membagi satu sama lain dan memaksa
mereka untuk menjadi satu dalam sebuah kontrak yang telah disepakati dalam
sebuah pertemuan. Awalnya Cinta menanggapi ikatan dan kontrak ini sebagai hal
biasa saja dan tidak menganggap terlalu penting baginya. Begitupula dengan
Kasih, hubungan ini hanya kontrak semata dan tidak perlu dibesar-besarkan.
Sehari,,, Dua Hari,,, Semingu,,, Dua Minggu,,, Sebulan,,, Dua Bulan,, setelah
kebersamaan mereka, muncul perasaan aneh yang menghinggapi diri Cinta. Perasaan
yang timbul akibat tingkah laku Kasih, Perasaan yang Timbul akibat perlakuan
dari Kasih terhadap Cinta. Nyaman. Ya itulah kata yang tepat untuk menginterpretasikan
perasaan yang Cinta rasakan terhadap tingkah laku yang Kasih berikan. Perlakuan
Kasih, Senyum Kasih, tertawa Kasih, sedih Kasih dan rasa takut yang dialami
Kasih kini menjadi bagian dalam diri Cinta. Kini sebagian dari Cinta adalah
Kasih. Kasih dan selalu Kasih. Kasih adalah sesosok makhluk yang selama ini
selalu Cinta tunggu. Semua sifat dalam diri Kasih, dan semua tingkah laku yang
dimiliki Kasih dan semua hal yang berhububungan dengan Kasih selalu membuat
Cinta nyaman dan bahagia. Hingga akhirnya pada suatu titik , kontrak hubungan
diantara mereka berdua pun berakhir, ikatan yang mereka jalin selama ini harus
berhenti, dan segala sesuatu yang menyatukan Cinta dan Kasih harus
berakhir, yang tersisa hanyalah sebuah interaksi
satu sama lain yang tidak terikat, mulai memudar dan kembali pada titik awal
dan seperti semula. Tidak saling mengenal. Cinta pun berusaha untuk menerima
hal ini , bersikap biasa saja dengan hal ini dan mulai membiasakannya kembali,
namun entah mengapa hari demi hari sejak berakhirnya kontrak ikatan diantara
mereka, Cinta melanggar komitmen yang telah diterapkan pada dirinya. Cinta
malah makin merindukan diri Kasih dan semua kenyaman yang Kasih berikan,
sehingga Cinta mulai merasakan separuh dirinya mulai menghilang. Kini Cinta kembali pada kodrat hidupnya yang semula
yang penuh dengan kesakitan, cibiran dan hinaan, dan kembali pada dunianya.
Sementara di sisi lain, Kasih kembali pada hidupnya yang penuh tantangan,
pujaan, dan penuh dengan kejayaan. Cinta dan Kasih... mungkin sebentar lagi
kisah ini hanya akan menjadi sebuah kenangan.
Hingga pada suatu titik
ditempat Cinta berdiri, angin segar datang pada Cinta di hari istimewanya, hari
ulang tahun Cinta. Cinta yang tadinya hampir mati menjadi hidup kembali. Sebuah
kalimat datang dari diri Kasih untuk diri Cinta. Sebuah kalimat yang tidak
lebih dari 140 karakter inilah yang membuat hidup Cinta seakan-akan kembali
bewarna. Pasalnya, Kasih merupakan seorang yang pertama yang memberikan sebuah
kalimat penuh doa untuk Cinta di hari bahagianya. Bukan main senangnya Cinta
saat itu, sekarang saat ini yang terpenting baginya bukan kado atau apapun,
yang terpenting hanya kalimat 140 karakter dari Kasih, ya hanya dari Kasih.
Seakan nyawa Cinta bertambah menjadi sepuluh, itulah yang sedang ia rasakan.
Dalam benak Cinta ia menganggap Kasih masih mengingat dirinya walaupun dia
sudah tidak menjalani kontrak hubungan lagi.
Namun kenyataan bahagia yang menghinggapi
Cinta itu tak berlangsung lama dan mengharuskan takdir untuk menghempaskan
Cinta, untuk jatuh lagi menerima
takdirnya, takdir yang harus berjauhan dengan Kasih.
Hingga Saat ini waktu
berganti waktu, bulan berganti bulan dan mungkin akan menjadi tahun, hati Cinta
masih tetap sama untuk kasih. Hingga pada suatu titik situasi, keadaan berubah
dan membuat Seorang Cinta ingin melakukan hal yang sama seperti yang Kasih
lakukan pada Cinta di hari istimewanya. memberikan suatu kalimat doa dan
pengharapan di hari bahagia seorang Kasih. Cinta sengaja merelakan untuk tidak
tidur cepat pada malam itu agar ia bisa menjadi orang yang pertama di hari
bahagianya walaupun harus mengorbankan tidurnya yang kurang. Pesan singkat
lebih lebih dari 140 karakter telah dikirim Cinta pada Kasih tepat pukul 00:00
dan berharap dia menyukainya. Sehari, dua hari, tiga hari sejak hari bahagianya
itu ia tak pernah membalas pesan singkat dari Cinta, bahkan satu katapun tidak
pernah terlontar. Hingga suatu saat takdir keras akhirnya kembali membanting
Cinta hingga jatuh tersungkur ditanah. Takdir yang memang sudah sejak awal
diketahui Cinta yang kemudian ia abaikan kini hadir kembali secara nyata, jelas
dan diakui semua orang. Takdir yang mengatakan bahwa sebelum ada Cinta, Sayang
sudah lebih dahulu hadir dalam hidup Kasih dan mengisi relung jiwanya yang
terdalam sejak lama. Kenyataan pahit
lain yang harus diterima Cinta adalah bahwa Sayang adalah kriteria ideal dari
Kasih. Betapa hancurnya hati Cinta, ia berusaha tersenyum walaupun hati
menangis, berusaha tertawa walaupun bathin menjerit dan berusaha untuk ikhlas
walaupun raga memberontak. Kini Cinta dan Kasih hanya tinggal kenangan yang
terdapat dalam relung hati Cinta yang terdalam. Tidak ada lagi Kasih dan Cinta,
Cinta hanya sebuah butiran kenangan dihati Kasih yang perlahan-lahan mulai
memudar. Cinta hanya sebuah masa lalu yang singkat untuk Kasih yang akan segera
di lupakan. Sedangkan Kasih akan selalu menempati ruangan terindah dihati
Cinta. Tidak akan ada lagi perpaduan antara Cinta dan Kasih, yang mungkin
terjadi adalah hubungan Kasih dan Sayang tanpa hadirnya seorang Cinta.