Selasa, 01 Maret 2016

Welcome 2016

Diposting oleh Syifa di Selasa, Maret 01, 2016 0 komentar

Wooooooh setelah hampir 3 bulan tahun 2016 berjalan, akhirnya ini post-an pertama gue di tahun 2016. 3 bulan awal di 2016 merupakan masa yang roller coaster buat gue, mulai dari revisian skripsi setelah sidang skripsi sampai akhirnya mulai menjadi pengangguran (job seeker) karena sudah tidak ada lagi beban perkuliahaan (kuliah gak jadi beban kok sebenarnya). Dan post-post berikutnya (gue janji gue bakal nge post) gue akan cerita apa yg udah gue alami selama 3 bulan ke belakang. Stay Tuned 😉

Kamis, 31 Desember 2015

Tentang 2015

Diposting oleh Syifa di Kamis, Desember 31, 2015 0 komentar
Beberapa menit lagi kita akan menyambut 2016

To 2015, terima kasih atas semua tangis, tawa, pengalaman, kenyataan dan harapan. Terimakasih untuk semua pelajaran berharga sepanjang 2015, dari Magang, Gagal melaju Sidang sampai Akhirnya 30 Desember 2015 kemarin gue SIDANG. Terimakasih. Terima kasih :)

Rabu, 09 Desember 2015

Libur-an (Jungle-Land)

Diposting oleh Syifa di Rabu, Desember 09, 2015 2 komentar
Selamat Pagi

Pagi Indonesia, selamat merayakan pesta demokrasi pemilihan kepala daerah di daerah kalian masing-masing yaaaaa, jangan lupa memilih pilihan yang sesuai yaaaa. and Selamat Liburan juga buat kalian-kalian semua. Eniwei ngomong-ngomong soal liburan, hari ini aku mau bahas mengenai salah satu destinasi wisata yang cocok untuk menemani liburan kalian yaitu Jungle Land Bogor. Diantara kalian pasti udah gak asing dong dengan nama ini atau sering banget kesini dan gak ada salahnya dong ya kita bahas ini. 

Jungle Land


kawasan wisata ini terletak di






Rabu, 02 Desember 2015

Rencana Tuhan

Diposting oleh Syifa di Rabu, Desember 02, 2015 0 komentar


Jodoh, Rezeki dan Maut merupakan kehendak Allah dan kita sebagai manusia tidak bisa mengubah apa yang sudah ditakdirkan Allah. Hari ini, keluarga besar H. Ibrahim berduka, telah berpulang ke rahmatullah, telah kembali ke dalam pangkuan Allah, saudara kami tercinta, Mba Uti. 


Jujur, karena keluarga saya merupakan keluarga besar, saya pun terkadang tidak terlalu akrab (dalam arti kenal namun tidak terlalu intens) dengan saudara-saudara dari keluarga besar, namun tidak untuk mbak yang satu ini, mbak uti. Dari Mbak Uti, saya ngerasain hangatnya punya seorang kakak seperti kakak kandung (karena saya anak pertama dan gak punya seorang kakak). Senyum mbak uti, tawa mbak uti, bahkan suara mbak uti masih membekas di hati dan perasaan syifa, mbak. Waktu mama jatuh dan di bawa ke rs, mbak orang yang paling peduli, yang nanyain udah makan atau belum, yang bawain makanan untuk syifa dan naad, yang nungguin sampai malam. Takdir gak ada yang tahu, bulan April lalu, mbak masih bantun syifa untuk jadi partisipan skripsi, kita juga masih ngobrol nanyain kabar satu sama lain lewat bbm, nanyain kabar anak-anak mbak uti, Oktober lalu pun, mbak masih sempet ngucapin selamat ulang tahun ke syifa lewat bbm, namun sekarang mbak ninggalin kita semua dengan kenangan manis yang akan terus tetap hidup dalam hati keluarga.


Sekarang syifa bingung mau nulis apa, yang keluar hanya air mata mengenang kenangan manis bersama mbak uti. Allah sayang sama mbak uti, Allah cinta mbak uti, Allah ingin memberi kebahagiaan lain buat mbak uti. Selamat Jalan, Mbak Uti. Tuhan punya rencana indah lain untuk mu.  Terima kasih untuk semua kebahagiaan yang telah kau beri, kami semua sangat sayang padamu.

Rabu, 18 November 2015

Ber-HIJAB

Diposting oleh Syifa di Rabu, November 18, 2015 0 komentar


                Sebulan yang lalu, lingkungan sekitar saya (ya palingan sekitaran kampus-rumah, rumah-kampus) “geger” dengan penampilan baru saya. Kalau biasanya orang-orang ngeliat saya dengan rambut panjang tergerai dan terurai bak iklan-iklan sampo, sekarang orang ngeliat saya berbeda. Berhijab. Ketika orang ngeliat saya pakai hijab, responnya tuh beda-beda (dan alhamdulillahnya semua positif). “Syif, pakai hijab sekarang?”, “Syif, udah berapa lama?” “Alhamdulillah kak syifa, “Semoga istiqomah ya Syif” begitu seterusnya ketika gue ketemu orang-orang. Dan respons yang paling banget di suka sih ya “Syif, cantik banget pak kerudung” (ya walaupun saya gak tahu apakah pujian itu datang dari hati atau cuma keluar dari mulut semata, tapi saya tetep suka sih, ya wanita mana sih yang gak senang dipuji apalagi ini perdana saya pakai kerudung, dan pujian ini salah satu motivasi untuk terus berhijab.
                Dan banyak orang-orang penasaran kenapa akhirnya berhijab, gak ada angin gak ada hujan eh tiba-tiba kerudungan, biasanya gerai-gerai rambut, dan suka benerin rambut yang ketiup angin  eh sekarang sudah kerudungan. Banyak faktor yang membuat saya akhirnya kerudungan. Semua anggota keluarga (minus papa, karena papa pakai peci gak mungkin pakai kerudung) menggunakan kerudung mulai dari mama sampai kedua adik saya yang sudah lebih dahulu menggunakan kerudung, saya saja yang belum. Dari situ saya merasa ada sedikit tekanan melihat ketika jalan sekeluarga saya saja yang masih menggunakan lengan pendek dan rok pendek (gak pendek banget sih, di bawah lutut beberapa senti lah). Kemudian, sempat tergerak hatinya untuk menggunakan kerudung, waktu itu pas puasa Ramadhan lagi nonton acara talkshow dan bahasannya tentang menutup aurat gitu, dan materi yang dibawain bener bener nyentuh relung hati terdalam dan berpikir untuk pakai kerudung, namun niat baik saya untuk menutup aurat  tertunda lagi. dua bulan setelah puasa Ramadhan, itu kan hari raya idul-adha, ketika saya mengikuti salat idul adha, saya mulai mencoba menggunakan kerudung secara penuh, dengan arti-an tidak hanya dilekatkan di kepala dan masih memperlihatkan poni namun sudah mencoba menggunakan ciput dan benar-benar menutup kepala. Namun, niat saya menggunakan kerudung masih setengah setengah dan masih tutup buka kerudung. Kemudian, di hari yang berbeda, saya pergi ke pusat perbelanjaan untuk service laptop (laptop saya keyboardnya rusak) dan saya mencoba niatkan kembali untuk berhijab dan kali ini saya merasa ada sesuatu yang nyaman sekali pada diri saya, nyaman yang tidak bisa digambarkan dengan kata-kata. Selepas dari kejadian itu, saya masih beberapa kali melepas kerudung, namun sensasinya beda, saya merasa malu, dan saya merasa tidak nyaman dengan apa yang saya kenakan. Kemudian saya bertanya pada diri saya, apa yang sebenarnya terjadi, dan apakah ini petunjuk agar saya menutup aurat?. Kemudian  lagi dan lagi saya meniatkan diri untuk menggunakan hijab dan ini sudah berlangsung sampai sekarang, kira-kira sudah sebulan saya menggunakan hijab, tanpa buka tutup buka tutup lagi dan selama sebulan ini saya merasa nyaman yang tidak bisa di definisikan.
                Dan ya,,, semoga saya bisa terus istiqomah sampai seterusnya, dan semoga dengan kerudung ini saya bisa hijrah kepada kebaikan dan semoga dengan langkah yang saya ambil ini saya bisa terus menerus memperbaiki diri. Amiiiin.

*eniwei ketika gue memutuskan untuk menggunakan kerudung, orang-orang pada bilang wajah gue makin mirip sama mama, iya gak sih???





hayooo coba mana yang syifa mana yang mama-nya syifa???





From : syifa
           (yang katanya lebih cantik kalau pakai kerudung)     
 

Catatan Tangan Syifa Copyright © 2009 Paper Girl is Designed by Ipietoon Sponsored by Online Business Journal