Selasa, 01 April 2014

Surat Untuk Mantan

Diposting oleh Syifa di Selasa, April 01, 2014 0 komentar


 

Untuk kamu yang namanya (masih) tersimpan rapi dihatiku


 

Hai...apa kabar?

Kamu lagi apa?

Ingat!!! Jangan lupa makan yaa...

Mungkin surat ini bagimu terkesan tidak tahu diri mengingat sudah tidak ada lagi ikatan dan hubungan yang kita miliki sehingga sudah tidak ada lagi yang bisa kita bicarakan. Namun dengan surat ini, aku ingin mengungkapkan hatiku, pikiranku dan perasaanku padamu yang mungkin sulit sekali aku ungkapkan kemarin karena pertengkaran hebat yang terjadi diantara kita...

Aku sangat...sangat ingin berterimakasih kepadamu. Karena bersama kamu aku belajar banyak hal yang belum pernah aku dapatkan dari buku-buku tebal yang selalu aku baca yakni pelajaran tentang cinta dan mencintai, tentang sakit dan perih yang tidak pernah terlihat.

Terima kasih...terima kasih telah memberiku cinta dan menjadikan diriku bagian dari hidupmu yang indah dan berharga. Aku sangat bersyukur pada tuhan yang telah memberikan dirimu dihadapanku dikala aku pertama kalinya mulai mengenal apa yang orang sebut dengan “cinta”. Pertemuan yang tidak terduga, kedekatan dan keakraban yang kita jalani, dan beberapa tempat serta dokumentasi yang kita abadikan tidak akan pernah aku lupakan dalam hidupku sampai kedua kelopak mataku menutup. Mungkin kamu masih ingat dengan gambar house tree person yang aku buat untuk ulang tahunmu yang baru-baru ini kamu kembalikan kepadaku, gambar itu masih tersimpan rapi dengan figura kaca di meja belajarku.

Saat terakhir kali kita bertemu kau mengeluhkan padaku kita sudah tidak cocok, kita sudah tidak akan pernah satu visi dan misi lagi, dan kita sudah tidak akan sejalan. Saat itu aku menunggu... menunggu kamu mengatakan “apa yang bisa kita lakukan untuk kita?”tapi yang kudengar hanyalah intonasi tinggi dengan kata-kata yang sangat sulit untuk aku cerna.  Saat hujan mulai turun membasahi diriku, Saat itu jiwaku tersadar, aku  hanya bisa melihat punggung mu yang mulai menjauhiku.

Surat ini bukanlah surat pernyataan agar kamu bisa kembali padaku namun surat ini merupakan surat ucapan terima kasih yang aku tujukan untuk seseorang yang pernah ada dan menjadi bagian dalam hidupku. Kamu punya hak jika tidak mau membaca surat dan mungkin membuang surat ini. Kalau kamu mengira aku menulis surat ini karena aku belum bisa move on , mungkin kamu salah. Surat ini adalah salah satu bagian dari caraku untuk perlahan melupakan kamu...

 

 


Aku

 

 


*tulisan ini diikutsertakan untuk lomba #suratuntukruth novel bernard batubara


 

 

Catatan Tangan Syifa Copyright © 2009 Paper Girl is Designed by Ipietoon Sponsored by Online Business Journal