Sebulan
yang lalu, lingkungan sekitar saya (ya palingan sekitaran kampus-rumah,
rumah-kampus) “geger” dengan penampilan baru saya. Kalau biasanya orang-orang ngeliat
saya dengan rambut panjang tergerai dan terurai bak iklan-iklan sampo, sekarang
orang ngeliat saya berbeda. Berhijab. Ketika orang ngeliat saya pakai hijab,
responnya tuh beda-beda (dan alhamdulillahnya semua positif). “Syif, pakai hijab
sekarang?”, “Syif, udah berapa lama?” “Alhamdulillah kak syifa, “Semoga
istiqomah ya Syif” begitu seterusnya ketika gue ketemu orang-orang. Dan respons
yang paling banget di suka sih ya “Syif, cantik banget pak kerudung” (ya
walaupun saya gak tahu apakah pujian itu datang dari hati atau cuma keluar dari
mulut semata, tapi saya tetep suka sih, ya wanita mana sih yang gak senang dipuji
apalagi ini perdana saya pakai kerudung, dan pujian ini salah satu motivasi
untuk terus berhijab.
Dan banyak
orang-orang penasaran kenapa akhirnya berhijab, gak ada angin gak ada hujan eh
tiba-tiba kerudungan, biasanya gerai-gerai rambut, dan suka benerin rambut yang
ketiup angin eh sekarang sudah kerudungan.
Banyak faktor yang membuat saya akhirnya kerudungan. Semua anggota keluarga
(minus papa, karena papa pakai peci gak mungkin pakai kerudung) menggunakan
kerudung mulai dari mama sampai kedua adik saya yang sudah lebih dahulu
menggunakan kerudung, saya saja yang belum. Dari situ saya merasa ada sedikit
tekanan melihat ketika jalan sekeluarga saya saja yang masih menggunakan lengan
pendek dan rok pendek (gak pendek banget sih, di bawah lutut beberapa senti lah).
Kemudian, sempat tergerak hatinya untuk menggunakan kerudung, waktu itu pas
puasa Ramadhan lagi nonton acara talkshow dan bahasannya tentang menutup aurat gitu,
dan materi yang dibawain bener bener nyentuh relung hati terdalam dan berpikir
untuk pakai kerudung, namun niat baik saya untuk menutup aurat tertunda lagi. dua bulan setelah puasa Ramadhan,
itu kan hari raya idul-adha, ketika saya mengikuti salat idul adha, saya mulai
mencoba menggunakan kerudung secara penuh, dengan arti-an tidak hanya
dilekatkan di kepala dan masih memperlihatkan poni namun sudah mencoba
menggunakan ciput dan benar-benar menutup kepala. Namun, niat saya menggunakan
kerudung masih setengah setengah dan masih tutup buka kerudung. Kemudian, di
hari yang berbeda, saya pergi ke pusat perbelanjaan untuk service laptop
(laptop saya keyboardnya rusak) dan saya mencoba niatkan kembali untuk berhijab
dan kali ini saya merasa ada sesuatu yang nyaman sekali pada diri saya, nyaman
yang tidak bisa digambarkan dengan kata-kata. Selepas dari kejadian itu, saya
masih beberapa kali melepas kerudung, namun sensasinya beda, saya merasa malu,
dan saya merasa tidak nyaman dengan apa yang saya kenakan. Kemudian saya bertanya
pada diri saya, apa yang sebenarnya terjadi, dan apakah ini petunjuk agar saya
menutup aurat?. Kemudian lagi dan lagi
saya meniatkan diri untuk menggunakan hijab dan ini sudah berlangsung sampai
sekarang, kira-kira sudah sebulan saya menggunakan hijab, tanpa buka tutup buka
tutup lagi dan selama sebulan ini saya merasa nyaman yang tidak bisa di
definisikan.
Dan ya,,,
semoga saya bisa terus istiqomah sampai seterusnya, dan semoga dengan kerudung
ini saya bisa hijrah kepada kebaikan dan semoga dengan langkah yang saya ambil
ini saya bisa terus menerus memperbaiki diri. Amiiiin.
*eniwei ketika gue memutuskan untuk menggunakan kerudung,
orang-orang pada bilang wajah gue makin mirip sama mama, iya gak sih???
hayooo coba mana yang syifa mana yang mama-nya syifa???
From : syifa
(yang katanya lebih cantik kalau pakai
kerudung)

0 komentar on "Ber-HIJAB"
Posting Komentar