Untuk kamu yang namanya (masih) tersimpan rapi
dihatiku
Hai...apa
kabar?
Kamu
lagi apa?
Ingat!!!
Jangan lupa makan yaa...
Mungkin
surat ini bagimu terkesan tidak tahu diri mengingat sudah tidak ada lagi ikatan
dan hubungan yang kita miliki sehingga sudah tidak ada lagi yang bisa kita
bicarakan. Namun dengan surat ini, aku ingin mengungkapkan hatiku, pikiranku
dan perasaanku padamu yang mungkin sulit sekali aku ungkapkan kemarin karena pertengkaran
hebat yang terjadi diantara kita...
Aku sangat...sangat ingin
berterimakasih kepadamu. Karena bersama kamu aku belajar banyak hal yang belum
pernah aku dapatkan dari buku-buku tebal yang selalu aku baca yakni pelajaran
tentang cinta dan mencintai, tentang sakit dan perih yang tidak pernah
terlihat.
Terima kasih...terima kasih
telah memberiku cinta dan menjadikan diriku bagian dari hidupmu yang indah dan
berharga. Aku sangat bersyukur pada tuhan yang telah memberikan dirimu
dihadapanku dikala aku pertama kalinya mulai mengenal apa yang orang sebut
dengan “cinta”. Pertemuan yang tidak terduga, kedekatan dan keakraban yang kita
jalani, dan beberapa tempat serta dokumentasi yang kita abadikan tidak akan
pernah aku lupakan dalam hidupku sampai kedua kelopak mataku menutup. Mungkin
kamu masih ingat dengan gambar house tree
person yang aku buat untuk ulang tahunmu yang baru-baru ini kamu kembalikan
kepadaku, gambar itu masih tersimpan rapi dengan figura kaca di meja belajarku.
Saat terakhir kali kita bertemu
kau mengeluhkan padaku kita sudah tidak cocok, kita sudah tidak akan pernah
satu visi dan misi lagi, dan kita sudah tidak akan sejalan. Saat itu aku
menunggu... menunggu kamu mengatakan “apa yang bisa kita lakukan untuk kita?”tapi
yang kudengar hanyalah intonasi tinggi dengan kata-kata yang sangat sulit untuk
aku cerna. Saat hujan mulai turun
membasahi diriku, Saat itu jiwaku tersadar, aku hanya bisa melihat punggung mu yang mulai
menjauhiku.
Surat ini bukanlah surat
pernyataan agar kamu bisa kembali padaku namun surat ini merupakan surat ucapan
terima kasih yang aku tujukan untuk seseorang yang pernah ada dan menjadi
bagian dalam hidupku. Kamu punya hak jika tidak mau membaca surat dan mungkin membuang
surat ini. Kalau kamu mengira aku menulis surat ini karena aku belum bisa move on , mungkin kamu salah. Surat ini
adalah salah satu bagian dari caraku untuk perlahan melupakan kamu...
Aku
*tulisan ini diikutsertakan untuk lomba #suratuntukruth novel bernard batubara
0 komentar on "Surat Untuk Mantan"
Posting Komentar